Perubahan harus selalu diiringi kepemimpinan yang memiliki kebijakan, keberanian, dan kehendak politik.
Pergantian kekuasaan hanya sekedar mengganti sosok pemimpin tanpa mampu memberikan alternatif bagaimana pergantian kekuasaan lebih memfokuskan pada pembaharuan sosial.
momentum pergantian kekuasaan hanya dijadikan sarana bagi kekuatan konservatif untuk mengembalikan kekuatan dan kekuasaan politiknya dengan melakukan konsolidasi pada struktural garis kulturalnya.
jika demikian kelompok kekuatan politik ini memenangi pergantian kekuasaan maka kita akan dihadapkan pada kekuasaan yang anti demokrasi, fasis, oligarki, dan meredam kritik dengan cara-cara kekerasan.
maka… kita rakyat, jika diberikan pilihan untuk memilih sementara tidak ada pilihan bagi kita untuk memilih pemimpin yang berorientasi pada pembaharuan sosial berArti kita harus memantapkan sikap kita untuk TIDAK MEMILIH karena dengan tidak memilih kita jugatelah memberikan pilihan.

































